Banyak teman- temanku yang sudah berkunjung ke danau Ranuagung ini. Dan mereka takjub akan keindahan panorama disana. Hamparan air di danau yang berkilau hijau ketika terkena sinar matahari, ditambah eksotiknya tebing terjal di tepinya yang menambah pandangan mata ini tak henti memadang indahnya karunia Ilahi.
Ada saja cara mereka untuk menikmati keindahan alam ciptaanNYA. Ada yang sekedar menikmatinya dengan jalan jalan di tempat wisata dengan keluarganya, teman- temannya. Ada juga yang mengabadikan keindahan alam itu dengan kamera digitalnya sebagai arsip kenang kenangan.
Tapi, rupanya ada juga yang tidak puas hanya dengan nikmat visual saja....mereka merasa lebih puas menikmati keindahannya kalau bisa mengeksplor dan menaklukkan alam itu dengan olah raga ekstrim seperti 'panjat tebing' yang sangat berbahaya.
Seperti halnya teman kita yang satu ini. 'EXTREME'... Dia tak punya rasa takut untuk memanjat tebing terjal di tepi danau Ranuagung. Bagi kebanyakan orang mungkin baru melihat ketinggiannya saja sudah ngeri. Apalagi, dibawahnya adalah danau yang dalam. Gak kebayang, kalau kita jatuh dari jarak ketinggian seperti itu... pasti ngeri... !
Tapi, bagi teman kita yang satu ini tebing itu adalah suatu keindahan yang harus dinikmati dan tantangan yang harus ditaklukkan...!!!
Berkunjung ke Tiris belum lengkap jika tidak menginjakkan kaki di dataran tinnggi puncak bukit perkebunan teh di desa Andungbiru. Saat ini, kebun teh ini dikelola oleh PTPN XII ( Perseroan Terbatas Perkebunan Negara XII ) dibawah naungan BUMN. Menurut sejarahnya, yang dari beberapa sumber punya versi masing-masing.
Ada yang mengatakan kebun teh ini adalah peniggalan dari pemerintahan Belanda pada jaman penjajahan dahulu. Ada juga nara sumber yang mengatakan kalau kebun teh ini di buat oleh pemerintah Jepang ketika menjajah di sini. Dan setelah Indonesia merdeka dari tangan para penjajah itu, secara otomatis perkebunan ini beralih tuan menjadi milik negara Indonesia.
Mungkin lebih tepatnya adalah milik masyarakat Tiris ya...
Yuk naik terus ke puncak gunung.....!!!
'Beerrr....jangan ditanya hawa disini ya... apalagi bagi kamu yang tinggal di daerah pesisir, atau didataran rendah sana yang biasa dengan hawa panas. Harus siap siap pakai jaket atau switermu. Hawa disini berkisar antara 15*C - sampai 25*C bahkan kalau lagi musim angin dan kabut, bisa dibawah suhu itu kali. Dan kalau matahari lagi males nongol, jam 10 siangpun serasa masih jam 6 pagi !!! hehe...
Malam itu aku lagi semangat untuk buat sebuah blog, muter2 cari ide dan terpilihlah blog ini yang isinya tentang keindahan wisata alam. Sebuah anugerah Ilahi atas keindahan yang tiada tara di sebuah desa yang berada di lereng gunung Lamongan Probolinggo. Dengan sedikit pengalaman menulisku yang aku dapat dari guruku waktu SD, mulai aku mainkan jari jemariku di keyboard komputer bututku. Aku ketik saja apa yang ada di benakku, dan ditambah browsing beberapa gambar di mbah google.
Wah, seneng banget ketika tulisanku sudah selesai. Beberapa kali aku baca dan aku revisi sendiri tulisan tersebut. Akhirnya, walaupun gak PD aku posting tulisan blogku dan aku share di FB. Dan... dengan hati dag dig dug, aku tunggu respon dari temen2 di FBku. Eng ing eng...!! responnya diluar dugaanku !! bener-bener diluar dugaan. Dari blog yang kuposting itu, banyak yang tertarik dengan indahnya gambar2 yang kupasang disitu. Dan seorang senior yang sudah profesinal dibidang ini meng'add aku di sebuah group pakar2 Blogger, yaitu BINGGO. Disitu aku belajar banyak dari para senior, kritik membangun, saran2 dan inspirasi.
Dan ternyata dari posting itu juga aku dapat banyak teman2 baru yang hobby travelling. Mereka 'kepincut' sama foto2 yang terpasang disitu. Pada nanya "... itu dimana mbak..??", ada yang koment " ... indahnya ", "....bagus banget, dimana nih mbak...??". Setelah aku jawab "...di Tiris, Probolinggo"... ups,,, balik aku yang lebih heran. Ternyata masih banyak temen2 yang ada di daerah Probolinggo sendiri belum tahu tentang indahnya wisata di Tiris.
Seperti kemarin, aku kedatangan tamu dari Mojokerto, dua cewek manis yang pemberani. Mereka rela menempuh ratusan kilometer dengan motornya. Wah, salut banget sama mereka berdua. Sayangnya aku gak bisa menemani mereka, karena aku gak bisa ninggalin babyku yang lengket terus. Tapi untungnya ada sahabat- sahabat baikku yang mau menemani mereka menjelajah wisata Tiris, walaupun harus berbasah2 kehujanan. Perjuangan bangeeet...
Ranuagung danau yang memukau
Ranuagung ini danau favoritku. Aku sangat akrab dengan danau ini, karena disini masa kecilku bermain. Dulu, aku sering bolos gak mau sekolah karena pengen ikut bapakku. Bapakku adalah guru SD pengajar di SD Ranuagung 3 waktu itu yang lokasinya tepat berada diatas danau tersebut. Aku dibonceng bapak dengan motor CBnya, motor yang selalu setia mengantar bapakku mengajar. Senengnya aku kalau sudah sampai disana, pasti diajak main sama teman2, murid bapakku, untuk berlarian dihalaman, sesekali ke danau. Sebenarnya bapakku melarang aku bermain ke danau, tapi dasar aku ndableg, tetep saja curi2 kesempatan, asal gak ketahuan, hehe..
Keceriaan masa kecil di Ranuagung, tapi gak separah anak2 ini... kalau yang ini terlau vulgar. hahaha...
Masa kecil di Ranuagung tak terlupakan, yang aku lupa hanyalah siapa saja nama teman-temanku waktu itu. Maklum, memory otakku gak bisa menyimpan filenya, soalnya umurku masih terlalu kecil. Lucunya, saat ini ada beberapa yang mengaku merekalah yang dulu suka mengajakku bermain di danau itu. Yah, hampir sebaya dengan aku, mungkin sedikit lebih tua dari aku. Kalau kami ketemu, mereka tertawa2 mengenang masa kecil kami, padahal sebenarnya aku gak ingat sama sekali wajah dan nama2 mereka.
Sampai saat inipun, takkan habis cerita tentang indahnya Ranuagung. Danau eksotik yang kata orang banyak menyebut dengan danau cinta, karena banyak cinta disini. Cerita cinta dengan sahabat, dengan keluarga, dengan teman, maupun dengan pasangan hidup. Sering juga para pasangan cinta ini mengabadikan indahnya panorama danau ini untuk moment preweddingnya.
Duh, senengnya melihat para pasangan yang sedang kasmaran dan mau menghalalkan hubungannya dalam pernikahan yang bahagia. Dari pada pacaran gak jelas, apalagi yang hanya sekedar berselingkuh dari pasangannya. Lebih baik langsung nikah aja laaah
Cuma dari dulu aku selalu bingung, kenapa kalo pasangan yang lagi foto preweding itu gayanya selalu nunjuk2 kalo gak kedepan, kadang keatas. Kenapa nunjuknya kok gak ke bawah atau ke belakang ya ?? hahaha...
Pokoknya kalau aku diajak bahas tentang ranuagung ini, gak akan habis kalau cuma tiga hari tiga malam. Panjaaang banget, kalo mau ditulis, gak akan cukup blogku ini. Dan yang paling penting, kamu jangan sampai gak datang ke tempat ini, bakal nyesel seumur- umur lho... hehehe...
Tiris, adalah sebuah desa dibawah kaki gunung Lamongan, +-60 km arah tenggara dari kota Probolinggo. Terletak di ketinggian 600 m dari permukaan laut, sehinngga hawa di tempat ini sangat sejuk. Banyak wisata alam yang indah ditempat ini yang sangat sayang jika tidak kita jelajahi dan nikmati.
Jika dari arah Surabaya- Bali, pilih jalur Pantura menuju arah timur. Sesampai di pertigaan pabrik gula Pajarakan, sebuah pabrik peninggalan Belanda yang masih beroperasi sampai sekarang, kita ambil jalur kekanan. Ketika kita memasuki desa Tiris, akan terasa medan jalan yang naik turun. Apalagi ketika menuju lokasi danau danau yang harus dilalui dengan hati-hati karena kondisi jalan yang hanya selebar kendaraan roda 4 dengan aslpal yang mulai sedikit rusak. Tidak hanya itu, kita harus berjalan kaki menuruni jalan setapak dengan kemiringan cukup tajam untuk sampai ketepi danau.