Rabu, 19 Februari 2014

RANUAGUNG, TEMPAT UJI NYALI

RANUAGUNG, TEMPAT UJI NYALI PEMANJAT TEBING


      Banyak teman- temanku yang sudah berkunjung ke danau Ranuagung ini. Dan mereka takjub akan keindahan panorama disana. Hamparan air di danau yang berkilau hijau ketika terkena sinar matahari, ditambah eksotiknya tebing terjal di tepinya yang menambah pandangan mata ini tak henti memadang indahnya karunia Ilahi.

       Ada saja cara mereka untuk menikmati keindahan alam ciptaanNYA. Ada yang sekedar menikmatinya dengan jalan jalan di tempat wisata dengan keluarganya, teman- temannya. Ada juga yang mengabadikan keindahan alam itu dengan kamera digitalnya sebagai arsip kenang kenangan. 

        Tapi, rupanya ada juga yang tidak puas hanya dengan nikmat visual saja....mereka merasa lebih puas menikmati keindahannya kalau bisa mengeksplor dan menaklukkan alam itu dengan olah raga ekstrim seperti 'panjat tebing' yang sangat berbahaya.

          Seperti halnya teman kita yang satu ini. 'EXTREME'... Dia tak punya rasa takut untuk memanjat tebing terjal di tepi danau Ranuagung. Bagi kebanyakan orang mungkin baru melihat ketinggiannya saja sudah ngeri. Apalagi, dibawahnya adalah danau yang dalam. Gak kebayang, kalau kita jatuh dari jarak ketinggian seperti itu... pasti ngeri... !
Tapi, bagi teman kita yang satu ini tebing itu adalah suatu keindahan yang harus dinikmati dan tantangan yang harus ditaklukkan...!!!


KEBUN TEH TIRIS YANG CANTIK

 
      Berkunjung ke Tiris belum lengkap jika tidak menginjakkan kaki di dataran tinnggi puncak bukit perkebunan teh di desa Andungbiru. Saat ini, kebun teh ini dikelola oleh PTPN XII ( Perseroan Terbatas Perkebunan Negara XII ) dibawah naungan BUMN. Menurut sejarahnya, yang dari beberapa sumber punya versi masing-masing.

Ada yang mengatakan kebun teh ini adalah peniggalan dari pemerintahan Belanda pada jaman penjajahan dahulu. Ada juga nara sumber yang mengatakan kalau kebun teh ini di buat oleh pemerintah Jepang ketika menjajah di sini. Dan setelah Indonesia merdeka dari tangan para penjajah itu, secara otomatis perkebunan ini beralih tuan menjadi milik negara Indonesia.
Mungkin lebih tepatnya adalah milik masyarakat Tiris ya...

      Yuk naik terus ke puncak gunung.....!!!

      'Beerrr....jangan ditanya hawa disini ya... apalagi bagi kamu yang tinggal di daerah pesisir, atau didataran rendah sana yang biasa dengan hawa panas. Harus siap siap pakai jaket atau switermu. Hawa disini berkisar antara 15*C - sampai 25*C bahkan kalau lagi musim angin dan kabut, bisa dibawah suhu itu kali. Dan kalau matahari lagi males nongol, jam 10 siangpun serasa masih jam 6 pagi !!! hehe...