Selasa, 22 Oktober 2013

Ranuagung Tiris dan masa kecilku

Ranuagung, Tiris dan Masa Kecilku

    Malam itu aku lagi semangat untuk buat sebuah blog, muter2 cari ide dan terpilihlah blog ini yang isinya tentang keindahan wisata alam. Sebuah anugerah Ilahi atas keindahan yang tiada tara di sebuah desa yang berada di lereng gunung Lamongan Probolinggo. Dengan sedikit pengalaman menulisku yang aku dapat dari guruku waktu SD, mulai aku mainkan jari jemariku di keyboard komputer bututku. Aku ketik saja apa yang ada di benakku, dan ditambah browsing beberapa gambar di mbah google.

       Wah, seneng banget ketika tulisanku sudah selesai. Beberapa kali aku baca dan aku revisi sendiri tulisan tersebut. Akhirnya, walaupun gak PD aku posting tulisan blogku dan aku share di FB. Dan... dengan hati dag dig dug, aku tunggu respon dari temen2 di FBku. Eng ing eng...!! responnya diluar dugaanku !! bener-bener diluar dugaan. Dari blog yang kuposting itu, banyak yang tertarik dengan indahnya gambar2 yang kupasang disitu. Dan seorang senior yang sudah profesinal dibidang ini meng'add aku di sebuah group pakar2 Blogger, yaitu BINGGO. Disitu aku belajar banyak dari para senior, kritik membangun, saran2 dan inspirasi.

          Dan ternyata dari posting itu juga aku dapat banyak teman2 baru yang hobby travelling. Mereka 'kepincut' sama foto2 yang terpasang disitu. Pada nanya "... itu dimana mbak..??", ada yang koment " ... indahnya  ", "....bagus banget, dimana nih mbak...??". Setelah aku jawab "...di Tiris, Probolinggo"... ups,,, balik aku yang lebih heran. Ternyata masih banyak temen2 yang ada di daerah Probolinggo sendiri belum tahu tentang indahnya wisata di Tiris.

Seperti kemarin, aku kedatangan tamu dari Mojokerto, dua cewek manis yang pemberani. Mereka rela menempuh ratusan kilometer dengan motornya. Wah, salut banget sama mereka berdua. Sayangnya aku gak bisa menemani mereka, karena aku gak bisa ninggalin babyku yang lengket terus. Tapi untungnya ada sahabat- sahabat baikku yang mau menemani mereka menjelajah wisata Tiris, walaupun harus berbasah2 kehujanan. Perjuangan bangeeet...

Ranuagung danau yang memukau                  

      Ranuagung ini danau favoritku. Aku sangat akrab dengan danau ini, karena disini masa kecilku bermain. Dulu, aku sering bolos gak mau sekolah karena pengen ikut bapakku. Bapakku adalah guru SD pengajar di SD Ranuagung 3 waktu itu yang lokasinya tepat berada diatas danau tersebut. Aku dibonceng bapak dengan motor CBnya, motor yang selalu setia mengantar bapakku mengajar. Senengnya aku kalau sudah sampai disana, pasti diajak main sama teman2, murid bapakku, untuk berlarian dihalaman, sesekali ke danau. Sebenarnya bapakku melarang aku bermain ke danau, tapi dasar aku ndableg, tetep saja curi2 kesempatan, asal gak ketahuan, hehe..
     
Keceriaan masa kecil di Ranuagung, tapi gak separah anak2 ini... kalau yang ini terlau vulgar. hahaha...

 

       Masa kecil di Ranuagung tak terlupakan, yang aku lupa hanyalah siapa saja nama teman-temanku waktu itu. Maklum, memory otakku gak bisa menyimpan filenya, soalnya umurku masih terlalu kecil. Lucunya, saat ini ada beberapa yang mengaku merekalah yang dulu suka mengajakku bermain di danau itu. Yah, hampir sebaya dengan aku, mungkin sedikit lebih tua dari aku. Kalau kami ketemu, mereka tertawa2 mengenang masa kecil kami, padahal sebenarnya aku gak ingat sama sekali wajah dan nama2 mereka. 
     
       Sampai saat inipun, takkan habis cerita tentang indahnya Ranuagung. Danau eksotik yang kata orang banyak menyebut dengan danau cinta, karena banyak cinta disini. Cerita cinta dengan sahabat, dengan keluarga, dengan teman, maupun dengan pasangan hidup. Sering juga para pasangan cinta ini mengabadikan indahnya panorama danau ini untuk moment preweddingnya.

Duh, senengnya melihat para pasangan yang sedang kasmaran dan mau menghalalkan hubungannya dalam pernikahan yang bahagia. Dari pada pacaran gak jelas, apalagi yang hanya sekedar berselingkuh dari pasangannya. Lebih baik langsung nikah aja laaah
Cuma dari dulu aku selalu bingung, kenapa kalo pasangan yang lagi foto preweding itu gayanya selalu nunjuk2 kalo gak kedepan, kadang keatas. Kenapa nunjuknya kok gak ke bawah atau ke belakang ya ?? hahaha...




         Pokoknya kalau aku diajak bahas tentang ranuagung ini, gak akan habis kalau cuma tiga hari tiga malam. Panjaaang banget, kalo mau ditulis, gak akan cukup blogku ini. Dan yang paling penting, kamu jangan sampai gak datang ke tempat ini, bakal nyesel seumur- umur lho... hehehe...



Danau Ranuagung (Ranuagung Lake)

Rabu, 16 Oktober 2013

RANUAGUNG WISATA MASA DEPAN

Selasa, 15 Oktober 2013

Eksotika danau 'Ranuagung'

Ranuagung Nan Eksotik



         Berikutnya, danau vulkanik nan eksotik itu dikenal dengan nama 'Ranuagung'.

 Diantara danau-danau yang ada di Tiris, inilah danau favoritku. Tebing batu granit alami yang mengelilingi danau ini sangat indah, tersusun kokoh seperti diukir. Rimbunnya tanaman yang tumbuh disekitarnya bahkan ada yang merambat di tebing batu granit itu, semakin melengkapi keindahannya.
          Lokasi danau ini berada di desa Ranuagung, kecamatan Tiris, kabupaten Probolinggo. Jarak dari danau Ranu Segaran, kurang lebih 3 km kearah selatan mengikuti jalan raya.
Sesampai di desa Ranuagung, kita langsung menuju arah ke gedung SMPN 1 / SMUN 1 TIRIS. Dari sana kita ikuti saja jalan aspal kecil menuju lokasi danau Ranuangung. Diujung jalan, tepatnya di gedung SDN Ranuagung 3.
Kita bisa memarkirkan kendaraan kita di salah satu rumah penduduk. Mereka tidak memberikan tarif parkir, tapi sebagai imbalan, bolehlah kita memberi sekedar 'dana keamanan'.
          Kita sudah bisa menikmati indahnya pemandangan eksotik danau Ranuagung itu dari halaman gedung SDN Ranuagung 3 tersebut dari atas danau. Namun kita harus berjalan kira- kira 50 m lagi turun ke bawah agar bisa lebih puas menikmati kokohnya 'batu granit bak diukir', dan naik perahu bambu untuk mengarunginya. 
          Mungkin perjalanan yang harus ditempuh sangat panjang dan melelahkan,,,, tapi kala mata ini menagkap apa yang tersuguh didepan mata, serta suasana yang menenagkan... semua kelelahan itu terbayarkan.

Selasa, 08 Oktober 2013

DANAU 'RANU SEGARAN'


         Salah satu objek wisata alam Tiris adalah danau vulkanik danau 'Ranu Segaran'. Terletak didesa Segaran dan merupakan danau pertama yang bisa dijumpai jika perjalanan kita lewat jalur utara. 

Sekedar memudahkan kita mengingat lokasi, sebagai tanda adalah kantor Koramil Tiris dan gedung SDN Segaran. Disitu kita berbelok ke kanan melalui jalan masuk ke danau 'Ranu Segaran'. Sekitar 500 m danau indah tersebut sudah terlihat. 

Tapi untuk bisa turun ke tepi danau, kita harus melanjutkan perjalanan kira-kira 500 m lagi.



  

           Untuk danau ini, sudah mulai dikelola oleh dinas pariwisata meski belum maksimal. Sudah terdapat beberapa fasilitas hiburan yang bisa dinikmati ditempat ini. Ada sepeda air dengan tarif Rp 10.000, dan perahu motor dengan trif Rp 2000. Dengan tarif semurah itu, kita sudah bisa menikmati segarnya udara dan mengarungi danau indah seluas 3 hektar tersebut.





          Selamat menikmati indahnya panorama di Tiris.... Semoga liburan anda menyenangkan...



Jelajahi juga tempat wisata Tiris berikutnya :

- Danau 'Ranu Betok'
- Danau 'Segaran Duwes'
- Danau Merah
- Danau Ranugedang
Pasti akan lebih seru....

Senin, 07 Oktober 2013

WISATA ALAM TIRIS

 Wisata Alam Tiris


          Tiris, adalah sebuah desa dibawah kaki gunung Lamongan, +-60 km arah tenggara dari kota Probolinggo. Terletak di ketinggian 600 m dari permukaan laut, sehinngga hawa di tempat ini sangat sejuk. Banyak wisata alam yang indah ditempat ini yang sangat sayang jika tidak kita jelajahi dan nikmati.

          Jika dari arah Surabaya- Bali, pilih jalur Pantura menuju arah timur. Sesampai di pertigaan pabrik gula Pajarakan, sebuah pabrik peninggalan Belanda yang masih beroperasi sampai sekarang, kita ambil jalur kekanan. Ketika kita memasuki desa Tiris, akan terasa medan jalan yang naik turun. Apalagi ketika menuju lokasi danau danau yang harus dilalui dengan hati-hati karena kondisi jalan yang hanya selebar kendaraan roda 4 dengan aslpal yang mulai sedikit rusak. Tidak hanya itu, kita harus berjalan kaki menuruni jalan setapak dengan kemiringan cukup tajam untuk sampai ketepi danau.